Dewan Asuransi Kesehatan Jelaskan Manfaat dan Batasan Dokumen Asuransi Kesehatan Wajib
Dewan Asuransi Kesehatan memaparkan manfaat dokumen asuransi kesehatan wajib, termasuk cakupan pemeriksaan, perawatan kehamilan, persalinan, layanan gigi, obat, dan layanan darurat.
Poin Utama
AIDewan Asuransi Kesehatan menjelaskan manfaat dan batasan cakupan dokumen asuransi kesehatan wajib, dengan menegaskan bahwa dokumen ini mencakup sejumlah layanan kesehatan dasar.
Dokumen ini meliputi pemeriksaan deteksi dini, perawatan kehamilan dan persalinan, serta perawatan gigi dan obat-obatan sesuai ketentuan cakupan yang berlaku.
Selain itu, dokumen ini juga mencakup layanan pencegahan seperti imunisasi dan pemeriksaan kesehatan, serta layanan gawat darurat dan rawat inap.
Rincian lengkap dokumen dapat diakses melalui situs Dewan Asuransi Kesehatan: chi.gov.sa/Rules/UnifiedD.
Dukungan untuk Kesehatan Ibu
Dewan Asuransi Kesehatan menegaskan bahwa dokumen asuransi kesehatan wajib memberikan dukungan menyeluruh bagi kesehatan ibu dan anak.
Dewan menjelaskan, "Dokumen asuransi kesehatan wajib menyediakan layanan yang berfokus pada kesehatan ibu dan anak, termasuk pemantauan kehamilan melalui pemeriksaan dan perawatan rutin."
Terkait persalinan, dokumen ini memberikan cakupan layanan persalinan di daerah terpencil, sementara untuk perawatan bayi baru lahir, perlindungan diberikan melalui dokumen ibu hingga 30 hari setelah kelahiran, serta imunisasi melalui program imunisasi nasional.
Persentase Tanggungan dalam Asuransi Kesehatan
Dewan juga menetapkan besaran tanggungan dalam asuransi kesehatan, yakni jumlah yang harus dibayar peserta dari biaya layanan kesehatan yang tercakup dalam dokumen, jika ada.
Dewan menjelaskan bahwa batas maksimum tanggungan di dalam jaringan fasilitas kesehatan adalah 75 riyal Saudi per kunjungan, sementara di rumah sakit di luar jaringan maksimal 300 riyal, dan pada penyedia layanan lain di luar jaringan maksimal 100 riyal.
Dewan Asuransi Kesehatan menambahkan bahwa tanggungan ini tidak berlaku untuk kasus gawat darurat atau rawat inap, sehingga peserta tetap mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa harus membayar biaya tambahan pada kondisi tersebut.
