Lompat ke konten
Kamis, 6 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Dunia

Trump: Iran Sudah 'Dihancurkan' Agar Tak Pernah Punya Senjata Nuklir

Presiden AS Donald Trump menegaskan perang terhadap Iran berjalan sangat baik dan menyebut Iran telah 'dihancurkan' demi mencegah kepemilikan senjata nuklir.

AJEL Indonesia50 mnt lalu · 1 mnt baca
Donald Trump berbicara di podium Gedung Putih

Poin Utama

AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan hari ini bahwa perang terhadap Iran "berjalan sangat baik", seraya menyatakan bahwa negara itu telah "dihancurkan" — menurutnya — demi satu tujuan, yaitu "tidak pernah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir". Pernyataan ini ia sampaikan dalam sebuah unggahan yang juga membela Menteri Pertahanannya, Pete Hegseth, sekaligus membantah laporan adanya perselisihan di antara mereka terkait kekurangan amunisi.

Trump menulis: "Iran, di mana negaranya dihancurkan demi mencegahnya memiliki senjata nuklir, kini situasinya berjalan sangat baik." Ia menilai semua yang dicapai Hegseth "sangat luar biasa", dan juga menyinggung operasi militer di Venezuela yang menurutnya "diselesaikan dalam waktu kurang dari satu hari" dan berakhir dengan penyerahan mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro — yang ia sebut sebagai "salah satu penjahat terburuk di dunia" — ke pengadilan.

Trump juga melancarkan kritik terhadap surat kabar The Washington Post — yang ia plesetkan menjadi "Washington Kompos" (pupuk kompos) — dan menuduh media tersebut menyebarkan "rumor palsu yang tidak berdasar" meski sudah diberitahu bahwa laporan mereka "sepenuhnya salah". Ia menilai "laporan palsu mereka pada dasarnya setara dengan pengkhianatan".

Pernyataan Trump ini muncul beberapa jam setelah laporan surat kabar tersebut, yang mengutip dua sumber yang mengetahui situasi, menyebutkan bahwa kemarahan presiden atas jalannya perang Iran "meledak" dalam sebuah rapat kabinet di Camp David. Dalam pertemuan itu, Trump disebut meminta penjelasan Hegseth atas "penyesatan" terkait kekurangan serius rudal jarak jauh dan rudal pencegat yang dinilai dapat membatasi opsi militer AS terhadap Teheran — tuduhan yang dibantah Gedung Putih sebagai "berita palsu 100%".

Komentar (0)