Lompat ke konten
Rabu, 5 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Dunia

Menteri Yaman: Serangan Houthi ke Kapal Dagang Menuju Yaman Perparah Krisis Kemanusiaan

Menteri Informasi Yaman, Muammar al-Eryani, menegaskan serangan Houthi terhadap kapal dagang menuju Yaman memperjelas upaya mereka memperdalam penderitaan rakyat.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Menteri Yaman Muammar al-Eryani berbicara soal serangan Houthi

Poin Utama

AI

Menteri Informasi Yaman, Muammar al-Eryani, menegaskan bahwa serangan milisi Houthi yang didukung Iran terhadap kapal dagang yang sedang menuju langsung ke pelabuhan Yaman dan membawa barang-barang kebutuhan untuk rakyat Yaman, secara jelas menunjukkan bahwa milisi tersebut tidak lagi hanya menjarah sumber daya warga, memutus gaji, dan menghancurkan mata pencaharian, tetapi kini juga menargetkan pasokan pangan yang datang melalui laut. Eskalasi ini, menurutnya, menegaskan upaya berkelanjutan Houthi untuk memperdalam penderitaan warga dan memperpanjang krisis kemanusiaan.

Lewat akun resminya di platform X, al-Eryani menjelaskan bahwa kapal yang diserang itu tidak membawa senjata dan tidak menuju negara lain, melainkan mengangkut barang dagangan khusus untuk warga Yaman. Ia menambahkan, serangan ini membuktikan bahwa milisi Houthi-lah yang sebenarnya memberlakukan blokade terhadap rakyat Yaman, baik di wilayah yang mereka kuasai maupun di provinsi lain, dengan menghambat masuknya kebutuhan pokok, menaikkan harga bahan makanan, serta memperluas lingkaran kelaparan, kemiskinan, dan penderitaan.

Al-Eryani juga menyoroti bahwa perilaku seperti ini bukan hal baru bagi milisi Houthi. Sebelumnya, mereka telah menghancurkan pesawat sipil di Bandara Sana'a dan melarang warga Yaman untuk bepergian, serta menyerang fasilitas dan pelabuhan ekspor minyak di Mukalla, dengan tujuan menghentikan sumber pendapatan utama negara dan menghalangi pemerintah membayar gaji pegawai, padahal pemerintah telah mulai membayar gaji sejumlah sektor di wilayah yang dikuasai milisi.

Ia menambahkan, serangan terhadap fasilitas ekspor minyak tidak hanya menyasar pemerintah, tetapi juga secara langsung berdampak pada gaji pegawai dan kehidupan keluarga mereka, serta menutup peluang yang seharusnya dapat meringankan penderitaan masyarakat di berbagai provinsi, termasuk di wilayah yang dikuasai Houthi. Hal ini, menurutnya, membuktikan bahwa milisi sengaja membiarkan warga Yaman tanpa gaji, layanan, maupun sumber penghidupan.

Al-Eryani menegaskan bahwa tindakan milisi Houthi sama sekali tidak berkaitan dengan upaya membela Yaman atau memperjuangkan rakyatnya, melainkan merupakan perang terbuka terhadap warga Yaman. Dalam perang ini, mereka menggunakan kelaparan, kemiskinan, isolasi, dan ketakutan sebagai alat untuk menundukkan dan menguasai masyarakat, menjadikan warga sebagai sandera yang hanya bisa mencari sesuap nasi, gaji, atau kesempatan bepergian, sehingga mudah diperas, diperbudak, dan dibungkam.

Menteri Informasi Yaman itu juga mengajak seluruh rakyat, khususnya yang tinggal di wilayah yang dikuasai secara paksa oleh milisi, untuk memahami hakikat proyek Houthi. Ia menegaskan, pihak yang menyita gaji, menjarah harta, menghancurkan pesawat, menghentikan ekspor minyak, dan menghalangi masuknya pangan, tidak mungkin peduli pada Yaman atau membela rakyatnya, melainkan justru menjadi penyebab utama penderitaan, kelaparan, isolasi, dan memburuknya kondisi hidup mereka.

Komentar (0)