Iran Tegaskan Tak Akan Sepakati Perjanjian di Bawah Ancaman AS
Korps Garda Revolusi Iran menegaskan Teheran tidak akan menandatangani perjanjian apa pun selama ancaman serangan militer Amerika Serikat masih ada.
Poin Utama
AIKorps Garda Revolusi Iran menegaskan bahwa Teheran tidak akan menandatangani perjanjian apa pun selama ancaman serangan militer terhadap Iran masih berlangsung.
Seorang pejabat Garda Revolusi, seperti dikutip situs "Sepah News" yang berafiliasi dengan Garda Revolusi, menyatakan bahwa belum tercapainya kesepakatan dalam pembicaraan dengan Oman terkait Selat Hormuz hingga saat ini disebabkan oleh campur tangan Amerika Serikat dan ancaman dari Presiden Donald Trump.
Pejabat tersebut menambahkan, selama intervensi Amerika Serikat dan ancaman serangan militer terhadap Iran masih berlanjut, maka tercapainya kesepakatan akan terus tertunda. Iran tidak akan menandatangani perjanjian apa pun di bawah ancaman.
Iran diketahui telah melanjutkan pembicaraan dengan Oman pada Senin, dengan tujuan menentukan jalur aman bagi pelayaran kapal di Selat Hormuz.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, pada Selasa mengumumkan adanya kemajuan dalam pembicaraan teknis dan politik dengan Oman untuk menentukan jalur aman pelayaran kapal di selat tersebut.
Perlu diketahui, Washington dan Teheran telah menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni lalu dan memulai negosiasi untuk mencapai perjanjian final, sebelum akhirnya muncul perbedaan terkait jaminan kebebasan dan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
