Lompat ke konten
Minggu, 2 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Dunia

Spanyol umumkan korban krisis migran di Ceuta naik jadi 72 orang

Otoritas Spanyol melaporkan jumlah korban tewas akibat krisis migran di Ceuta meningkat menjadi 72 orang, sementara proses pemulangan ke Maroko terus berlangsung.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Migran di perbatasan Ceuta-Maroko

Poin Utama

AI

Otoritas Spanyol pada Minggu mengumumkan jumlah korban tewas akibat gelombang migran dari Maroko ke wilayah Ceuta meningkat menjadi 72 orang, dengan proses evakuasi jenazah dari pantai yang masih berlangsung.

Perwakilan Pemerintah Spanyol di Ceuta, Miguel Ángel Pérez Triano, menyatakan angka korban kemungkinan masih akan bertambah, karena 88 jenazah telah dibawa ke kamar mayat, sebagian dalam kondisi membusuk.

Situasi di perbatasan antara Maroko dan Ceuta berangsur kondusif, dan arus lalu lintas kembali normal setelah dua pekan gelombang migrasi ilegal terjadi.

Pemerintah Maroko memperketat pengamanan di kota Fnideq yang berbatasan langsung, serta menyediakan bus untuk memulangkan para migran ke kota-kota seperti Tangier.

Sumber lokal menyebut puluhan ribu migran yang sempat menyeberang ke Ceuta telah kembali secara sukarela ke Maroko, sehari setelah gelombang masuk yang menyebabkan kekacauan dan jatuhnya banyak korban jiwa.

Wali Kota Ceuta, Juan Jesús Vivas, menyebut jumlah migran mencapai 60.000 orang, setara 70% dari populasi wilayah tersebut, sementara pemerintah Spanyol memastikan sebagian besar dari mereka segera kembali.

Para migran menghadapi tantangan berat saat menyeberang, termasuk berenang beberapa kilometer di laut, serta upaya penghalauan dengan semprotan air, gas air mata, dan tembakan peringatan.

Rachid Sbihi, Ketua Asosiasi Pekerja yang mewakili petugas Garda Sipil Spanyol, menyatakan sebagian korban tewas akibat tenggelam, sementara lainnya meninggal dalam insiden desak-desakan di pemecah ombak Pantai Tarajal.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menuding para penyelundup manusia sebagai pihak yang bertanggung jawab atas krisis ini, dan menegaskan mereka menjerumuskan banyak pemuda ke dalam bahaya maut.

Sementara itu, Duta Besar Maroko untuk Spanyol, Karima Benyaich, menegaskan Maroko memprioritaskan migrasi yang legal dan terorganisir, tanpa mengomentari motif para migran menyeberang perbatasan.

Sebagian besar migran biasanya berenang dari kota Fnideq sejauh sekitar 5 kilometer menuju Ceuta, sementara lainnya mencoba menyeberang dari kota kecil Belyounech yang jaraknya lebih pendek.

Komentar (0)