Menlu Palestina: Rakyat Kami Hadapi Upaya Paling Berbahaya Menghapus Identitas dan Hak
Menteri Luar Negeri Palestina menyatakan rakyat Palestina tengah menghadapi upaya paling berbahaya untuk menghapus identitas, hak, dan masa depannya.
Poin Utama
AIMenteri Luar Negeri Palestina, Farsin Agabekian Shahin, hari ini menyatakan bahwa rakyat Palestina tengah menghadapi upaya paling berbahaya untuk menghapus identitas, hak, dan masa depannya.
Dalam pertemuan para menteri luar negeri Arab mengenai Yerusalem di Amman, Yordania, ia menambahkan, "Rakyat Palestina menghadapi upaya paling berbahaya untuk menghapus identitas, hak, dan masa depannya. Masa depan Yerusalem dan negara Palestina kini tidak hanya bergantung pada keadilan perjuangan kami, tetapi juga pada keputusan yang kita ambil. Setiap langkah nyata yang kita lakukan akan semakin mendekatkan kita pada perdamaian yang adil yang kita semua dambakan."
Ia menegaskan bahwa "Yerusalem adalah jantung Palestina dan kunci bagi perdamaian yang adil dan menyeluruh. Kota ini merupakan amanah suci yang menjadi tanggung jawab bersama dunia Arab dan Islam. Jika kita gagal membelanya, kerugian yang terjadi akan jauh lebih besar daripada sekadar kehilangan Yerusalem."
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, menyatakan bahwa "kebijakan provokatif Israel menargetkan Masjid Al-Aqsa melalui serangan sistematis yang belum pernah terjadi sebelumnya."
Menteri Luar Negeri Yordania juga menyerukan, "Kami mengajak komunitas internasional untuk bertindak tegas menghentikan pelanggaran Israel di Yerusalem dan mengakhiri kebijakan yang memperkuat pendudukan di Tepi Barat."
Lihat unggahan di platform X
