Lompat ke konten
Kamis, 30 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Dunia

Pejabat Israel: Trump dan Netanyahu Bahas Semua Opsi soal Iran, Termasuk Serangan

Seorang pejabat senior Israel menyatakan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu membahas seluruh opsi untuk menghentikan program nuklir Iran, termasuk aksi militer.

AJEL Indonesia2 jam lalu · 2 mnt baca
Trump dan Netanyahu dalam pertemuan bahas Iran

Poin Utama

AI

Seorang pejabat senior Israel pada Rabu malam mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membahas seluruh cara yang memungkinkan untuk menghentikan program nuklir Iran dalam pertemuan mereka, termasuk upaya diplomatik, tekanan ekonomi, dan penggunaan kekuatan militer.

Pejabat tersebut menambahkan dalam konferensi pers setelah pertemuan kedua pemimpin di Gedung Putih pada Selasa kemarin bahwa Netanyahu tidak memberitahu Trump bahwa Israel lebih memilih melakukan serangan terhadap Iran.

Pejabat itu menyebut, merujuk pada Trump, "Pada akhirnya, keputusan ada di tangannya." Ia melanjutkan bahwa Trump memiliki tiga opsi yang semuanya telah dibahas secara mendalam, yaitu "kesepakatan melalui negosiasi, melanjutkan embargo dan tekanan ekonomi, serta serangan militer berskala besar." Pejabat itu juga mengatakan Netanyahu mengajukan sejumlah gagasan baru yang tidak dirinci dalam opsi-opsi tersebut.

Trump dikabarkan sempat merasa terganggu dengan Netanyahu sebelum pertemuan mereka, karena adanya bocoran publik mengenai rencana Perdana Menteri Israel untuk mengungkap informasi intelijen baru terkait situs Beecax Mountain, sebuah fasilitas bawah tanah yang terkait dengan program nuklir Iran dan yang diancam akan dibom oleh Trump.

Pejabat tersebut membantah adanya ketegangan terkait isu ini, dengan mengatakan kedua sekutu saling bertukar informasi intelijen secara terbuka, dan menepis anggapan bahwa Netanyahu menekan Trump untuk meningkatkan aksi militer terhadap Iran, sambil tetap membuka peluang penyelesaian secara diplomatik.

Pada saat yang sama, pejabat Israel itu mengakui bahwa Trump adalah "mitra utama" dan Netanyahu "mitra pendukung" dalam upaya kedua sekutu melawan Iran.

Pejabat itu juga mengatakan ada indikasi bahwa para pemimpin agama di Iran merasa terguncang akibat inflasi yang melonjak dan meningkatnya ketidakpuasan publik, namun dampaknya terhadap ekonomi global dan pasar minyak juga menjadi pertimbangan.

Harga minyak melonjak tajam pada Rabu, dalam salah satu kenaikan terbesar sejak pecahnya perang pada 28 Februari dengan dimulainya kampanye serangan udara gabungan Israel-Amerika Serikat terhadap Iran. Teheran membalas dengan melancarkan serangan ke Israel dan negara-negara Teluk.

Israel tidak terlibat dalam kampanye pengeboman terbaru Amerika Serikat yang berlangsung dua pekan bulan ini dan mendorong Teheran menembakkan rudal ke pangkalan-pangkalan Amerika sebagai balasan, namun Israel telah memperingatkan Teheran bahwa mereka akan merespons dengan keras jika diserang.

Pejabat itu menyatakan Israel memandang program nuklir Iran sebagai ancaman terbesar, dan ingin memastikan Teheran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Iran sendiri menegaskan tidak berniat membuat bom nuklir.

Komentar (0)