Lompat ke konten
Kamis, 30 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Dunia

PBB Peringatkan Kekerasan Pemukim dan Perluasan Permukiman di Tepi Barat

Komisi Tinggi HAM PBB memperingatkan peningkatan serangan pemukim Israel dan perluasan permukiman di Tepi Barat.

AJEL Indonesia56 mnt lalu · 1 mnt baca
Pemukim Israel dan tentara di Tepi Barat

Poin Utama

AI

Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB memperingatkan peningkatan serangan pemukim Israel dan perluasan aktivitas permukiman di Tepi Barat, dua tahun setelah Mahkamah Internasional menyatakan keberadaan Israel di wilayah Palestina yang diduduki sebagai ilegal dan harus segera diakhiri.

Juru bicara Komisi, Ravina Shamdasani, menyampaikan bahwa delapan warga Palestina, termasuk seorang anak, tewas di Tepi Barat sejak Kamis lalu. Ia menambahkan, pemukim dan pasukan keamanan Israel melakukan serangan terhadap komunitas Palestina, termasuk kekerasan terhadap warga, perusakan dan penyitaan properti, serta pembakaran masjid. Selain itu, pembatasan akses dan layanan dasar juga semakin diperketat.

Komisi juga menyatakan keprihatinan atas pengumuman pemerintah Israel yang akan memperluas permukiman dan pos permukiman, serta meningkatnya seruan balas dendam dan hukuman kolektif terhadap warga Palestina. Komisi mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil langkah menghentikan kekerasan, permukiman, dan mengakhiri pendudukan.

Di Jalur Gaza, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memperingatkan meningkatnya risiko kesehatan akibat penyebaran hama tikus dan memburuknya layanan sanitasi. OCHA menegaskan bahwa mitra kemanusiaan tengah memperluas upaya pengendalian hama serta meningkatkan layanan air dan sanitasi, didukung oleh pasokan bantuan yang telah tiba di Gaza.

OCHA juga mencatat tantangan berkelanjutan terkait akses air. PBB dan para mitranya terus menjalankan proyek untuk mendukung layanan air, sanitasi, dan pendidikan. Sekitar 430 ribu anak telah mengikuti lebih dari 600 lokasi pendidikan sementara, namun hampir separuh anak usia sekolah masih kekurangan akses pendidikan yang memadai.

Komentar (0)