Lompat ke konten
Minggu, 30 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Ekonomi

Pakar: Kenaikan Harga Bensin di Iran Tak Terelakkan

Pakar politik Dr. Mohammed Abbas Naji menyebut kenaikan harga bensin di Teheran tak terhindarkan akibat tekanan ekonomi, blokade laut Amerika, dan tindakan hukuman baru Amerika.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 1 mnt baca
Antrean kendaraan di SPBU Iran

Poin Utama

AI

Pakar politik Dr. Mohammed Abbas Naji mengatakan bahwa "kenaikan harga bensin di Teheran merupakan langkah yang tak terelakkan".

Naji menambahkan, dalam wawancara di radio Al Arabiya FM, bahwa "pemerintah Iran menghadapi masalah serius dan terpaksa menaikkan harga bahan bakar. Saat ini, terlihat antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar, seiring dengan rencana pembatasan kuota bensin untuk mobil".

Ia juga menyatakan, "jika harga bahan bakar dinaikkan di dalam negeri Iran, hal ini akan meningkatkan ketidakpuasan di masyarakat dan berpotensi memicu gelombang protes baru di Iran dalam waktu dekat".

Pakar politik itu melanjutkan, "pemerintah Iran tidak memiliki pilihan lain terkait bahan bakar, mengingat blokade laut Amerika Serikat yang terus berlanjut terhadap Iran, tekanan ekonomi, serta tindakan hukuman baru dari Amerika, ditambah serangan-serangan Amerika yang telah berdampak pada infrastruktur Iran dalam beberapa waktu terakhir".

Diketahui, Iran tengah menghadapi krisis akibat meningkatnya inflasi dan anjloknya nilai mata uang nasional, yang dipicu oleh sikap keras pemerintah Iran dalam perundingan dengan Amerika Serikat terkait pembukaan Selat Hormuz, serta sikap Iran yang bersikeras menetapkan prasyarat dalam perundingan.

Komentar (0)