Lompat ke konten
Selasa, 1 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Ekonomi

Kepala BPOM Arab Saudi luncurkan alat verifikasi cerdas di konferensi Leap 2026

Kepala Otoritas Makanan dan Obat Arab Saudi meluncurkan alat verifikasi cerdas ProVerifier di konferensi Leap 2026 di Riyadh untuk meningkatkan efisiensi pengawasan.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Kepala BPOM Saudi luncurkan ProVerifier di Leap 2026

Poin Utama

AI

Kepala Otoritas Umum Makanan dan Obat Arab Saudi, Dr. Hisham bin Saad Al-Jadhei, pada Selasa meluncurkan alat verifikasi cerdas produk "ProVerifier" di sela-sela partisipasi otoritas dalam edisi kelima konferensi Leap 2026 yang digelar di Riyadh pada 31 Agustus hingga 3 September, dengan tema "Masa Depan Lebih Dekat Hari Ini".

Peluncuran ini dihadiri oleh Kepala Otoritas Pemerintahan Digital, Eng. Ahmad bin Mohammed Al-Suwayan, bersama para pemimpin sektor teknologi, perusahaan, dan inovator dari Arab Saudi maupun dunia.

Keunggulan alat cerdas

Dr. Al-Jadhei menjelaskan bahwa alat baru ini dikembangkan oleh tenaga nasional di laboratorium kecerdasan buatan otoritas, SAIL, untuk menjadi asisten cerdas bagi para inspektur di lapangan, sehingga mereka dapat mengambil keputusan pengawasan dengan lebih akurat dan cepat.

Ia menambahkan, peluncuran "ProVerifier" merupakan bagian dari upaya pengembangan sistem pengawasan dengan memanfaatkan data dan teknologi kecerdasan buatan, guna mendukung inspektur dengan informasi penting sebelum dan selama inspeksi lapangan, serta mempercepat proses tanpa mengurangi kualitas keputusan pengawasan.

Cara kerja dan dampak yang diharapkan

Alat ini bekerja dengan menganalisis satu gambar kemasan produk atau labelnya, lalu secara otomatis mengekstrak data dan mencocokkannya dengan regulasi yang berlaku, serta menampilkan hasil rekomendasi dalam hitungan detik menggunakan kecerdasan buatan.

Layanan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sistem pengawasan, menyatukan standar verifikasi secara institusional, mengurangi waktu pemeriksaan dan beban operasional, memperkuat keamanan produk, serta mempercepat proses pelepasan dan konsistensi regulasi di berbagai titik masuk.

Pada tahap awal, alat ini akan digunakan untuk produk obat, sediaan kesehatan, dan kosmetik, dan akan diperluas ke produk pangan serta perangkat medis di masa mendatang.

Percepatan proses dan dukungan SDM nasional

Otoritas menargetkan dengan peluncuran alat ini, waktu verifikasi produk dapat dipangkas hingga 98%, dengan waktu respons antara 6 hingga 20 detik. Hal ini akan meningkatkan kemampuan inspektur untuk memeriksa lebih banyak produk dalam satu kali inspeksi, meningkatkan efisiensi pengawasan, dan mengarahkan sumber daya ke risiko prioritas.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan otoritas dalam mengembangkan sistem pengawasan, memanfaatkan teknologi modern dan inovasi, guna meningkatkan efisiensi kerja, memberdayakan tenaga nasional, serta memberikan dampak berkelanjutan dalam melindungi kesehatan masyarakat dan keamanan produk.

Komentar (0)