Lompat ke konten
Selasa, 25 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Ekonomi

Ekspor Barang Arab Saudi Turun 4,5 Persen pada Juni 2026

Data Otoritas Umum Statistik menunjukkan ekspor barang Arab Saudi turun 4,5 persen secara tahunan pada Juni 2026 menjadi sekitar 23,4 miliar dolar AS.

AJEL Indonesia41 mnt lalu · 2 mnt baca
Pelabuhan ekspor barang di Arab Saudi

Poin Utama

AI

Data Otoritas Umum Statistik yang dirilis Selasa (hari ini) menunjukkan ekspor barang Arab Saudi turun 4,5 persen secara tahunan pada Juni lalu, menjadi sekitar 23,4 miliar dolar AS (87,76 miliar riyal Saudi).

Menurut pernyataan Otoritas Umum Statistik, ekspor nonmigas termasuk re-ekspor turun 9,7 persen pada Juni 2026 dibandingkan bulan yang sama tahun 2025. Sementara itu, ekspor nasional nonmigas (tidak termasuk re-ekspor) turun 11,4 persen menjadi sekitar 4,07 miliar dolar AS (15,25 miliar riyal Saudi), dan nilai barang re-ekspor turun 6,7 persen menjadi sekitar 2,49 miliar dolar AS (9,33 miliar riyal Saudi).

Di sisi impor, nilai impor pada Juni 2026 turun 3 persen secara tahunan menjadi sekitar 18,78 miliar dolar AS (70,45 miliar riyal Saudi). Neraca perdagangan barang juga turun 10 persen secara tahunan pada Juni lalu menjadi sekitar 4,62 miliar dolar AS (17,31 miliar riyal Saudi).

Rasio Ekspor Nonmigas terhadap Impor

Rasio ekspor nonmigas (termasuk re-ekspor) terhadap impor pada Juni 2026 tercatat sebesar 34,9 persen, turun dari 37,5 persen pada Juni 2025. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor nonmigas sebesar 9,7 persen, sementara impor turun 3,0 persen pada periode yang sama.

Adapun barang impor utama adalah "mesin, peralatan, dan perlengkapan listrik beserta bagiannya" yang menyumbang 25,7 persen dari total impor, turun 20,4 persen dibandingkan Juni 2025. Sementara "produk industri kimia dan turunannya" menyumbang 11,2 persen dari total impor, naik 30,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Otoritas Umum Statistik, Jepang menjadi tujuan utama ekspor barang Arab Saudi, menyumbang 13,2 persen dari total ekspor pada Juni 2026, diikuti Korea Selatan 11,5 persen, dan Tiongkok 9,4 persen. India, Uni Emirat Arab, Polandia, Mesir, Malta, Taiwan, dan Singapura juga masuk dalam 10 besar negara tujuan ekspor. Total ekspor ke sepuluh negara tersebut mencapai 67,1 persen dari total ekspor.

Sementara itu, Tiongkok menjadi negara asal impor terbesar bagi Arab Saudi dengan porsi 22,0 persen dari total impor pada Juni 2026, diikuti Swiss 8,4 persen, dan Amerika Serikat 8,3 persen. India, Uni Emirat Arab, Jerman, Mesir, Italia, Prancis, dan Jepang juga termasuk dalam 10 besar negara asal impor. Total nilai impor dari sepuluh negara tersebut mencapai 65,2 persen dari total impor.

Komentar (0)