Lompat ke konten
Selasa, 25 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Ekonomi

Harga Emas Turun dari Level Tertinggi 3 Bulan, Satu Ons Capai 4.640,39 Dolar

Harga emas turun setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan, seiring fokus investor beralih ke data inflasi Amerika Serikat.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 1 mnt baca
Emas batangan dan koin di atas meja

Poin Utama

AI

Harga emas turun setelah sebelumnya sempat mencatat level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Fokus investor kini beralih ke data inflasi Amerika Serikat yang akan segera dirilis.

Emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi 4.640,39 dolar AS per ons, setelah sebelumnya sempat menyentuh 4.668,19 dolar per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat stabil di level 4.696 dolar.

Harga emas melonjak tajam pekan lalu setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan akan menggandakan volume pembelian kembali obligasi jangka panjang guna mendukung likuiditas. Pengumuman ini memicu kekhawatiran akan penurunan nilai mata uang.

Menurut kantor berita Reuters, TD Securities dalam catatannya menyebutkan bahwa kekhawatiran terhadap penurunan nilai dolar AS diperkirakan akan menopang harga emas dalam beberapa pekan ke depan, mengingat Federal Reserve belum memberikan sinyal jelas terkait kesiapan menghadapi kenaikan inflasi.

Namun, TD Securities menambahkan bahwa masih terlalu dini bagi harga emas untuk mencapai target mereka di 5.350 dolar per ons, mengingat risiko kenaikan suku bunga dalam jangka pendek pada akhirnya tetap ada.

Laporan pengeluaran konsumsi pribadi Amerika Serikat, yang menjadi indikator inflasi favorit Federal Reserve, dijadwalkan akan dirilis pada Rabu besok.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak di pasar spot turun 1,3 persen menjadi 68,01 dolar per ons, platinum turun 1,2 persen ke 1.853,85 dolar, dan paladium melemah sekitar satu persen ke 1.345,26 dolar.

Komentar (0)