Lompat ke konten
Rabu, 5 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Ekonomi

Pusat Perdagangan Internasional: Gangguan di Selat Hormuz Perparah Krisis Rantai Pasok Dunia

Pusat Perdagangan Internasional memperingatkan bahwa gangguan pelayaran di Selat Hormuz berdampak pada perdagangan global dan menurunkan ekspor 12 produk strategis.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 1 mnt baca
Kapal kargo melintas di Selat Hormuz

Poin Utama

AI

Pusat Perdagangan Internasional memperingatkan bahwa gangguan pelayaran di Selat Hormuz berdampak pada perdagangan global, dengan penurunan ekspor 12 produk strategis, sementara dampak ekonomi juga meluas ke biaya energi, transportasi, asuransi, dan produksi.

Lembaga ini—yang merupakan badan bersama Organisasi Perdagangan Dunia dan Konferensi PBB untuk Perdagangan dan Pembangunan—menyatakan dalam laporan yang dirilis hari ini bahwa data perdagangan April 2026 menunjukkan ekspor gas alam cair turun 95%, dan ekspor pupuk urea turun 83%.

Laporan tersebut menyoroti bahwa jeda ketegangan baru-baru ini di Timur Tengah sempat meningkatkan harapan akan pemulihan penuh arus pelayaran, namun aktivitas pelayaran masih jauh di bawah tingkat normal dan waktu serta syarat pembukaan kembali secara berkelanjutan masih belum pasti.

Disebutkan pula bahwa Jepang, yang sebelumnya memperoleh 91% impor minyak mentahnya dari negara-negara yang bergantung pada Selat Hormuz, mencatat penurunan total impor sebesar 64% pada April lalu.

Pusat tersebut menambahkan bahwa dampak ekonomi dari gangguan ini tidak hanya terbatas pada pengiriman barang, tetapi juga mencakup kenaikan harga energi, ongkos pengiriman, biaya bahan bakar kapal, dan premi asuransi, yang semuanya meningkatkan biaya produksi dan transportasi.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa pengalihan kapal ke jalur alternatif menyebabkan waktu pengiriman lebih lama, kemacetan di pelabuhan, dan kepadatan di jalur lintas lainnya, yang pada akhirnya berdampak pada harga konsumen.

Pusat tersebut memperingatkan bahwa kenaikan biaya pupuk dapat memengaruhi produksi pertanian dan harga pangan, terutama di negara-negara rapuh yang bergantung pada impor.

Pusat Perdagangan Internasional menegaskan bahwa gangguan pelayaran di Selat Hormuz mengungkapkan kerentanan pasokan energi, pupuk, dan bahan baku industri global yang sangat bergantung pada satu jalur laut.

Komentar (0)