Lompat ke konten
Kamis, 6 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Gaya Hidup

Pakar: Parfum Tidak Menyebabkan Alergi atau Asma, tapi Bisa Memicu Gejala pada Penderita

Dr. Mohammed Al-Shahrani menegaskan parfum bukan penyebab langsung asma atau alergi, namun dapat memicu gejala pada orang yang memiliki riwayat penyakit tersebut.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 1 mnt baca
Ilustrasi botol parfum dan aroma

Poin Utama

AI

Dr. Mohammed Al-Shahrani, pakar penyakit dalam dan paru, menegaskan bahwa parfum bukanlah penyebab langsung asma, alergi, atau sinusitis, namun dapat memicu munculnya gejala pada orang yang memiliki kecenderungan atau riwayat penyakit tersebut.

Dalam wawancara dengan Radio Al Arabiya FM, Al-Shahrani mengatakan parfum tidak menimbulkan alergi atau asma "dari nol", tetapi dapat menyebabkan gejala seperti batuk, mengi, sesak napas, bersin, dan hidung tersumbat pada mereka yang memang sudah memiliki penyakit alergi atau kecenderungan genetik terhadapnya.

Ia menjelaskan ada perbedaan antara alergi dan iritasi, di mana alergi merupakan reaksi imun terhadap zat tertentu, sedangkan iritasi terjadi akibat paparan langsung terhadap aroma kuat dan dapat menimbulkan gejala seperti perih di hidung, batuk, atau sakit kepala, bahkan pada sebagian orang yang tidak memiliki alergi.

Al-Shahrani juga menyoroti bahwa kualitas parfum berperan dalam besarnya dampak, di mana produk berkualitas rendah atau yang mengandung bahan tidak jelas dapat meningkatkan risiko iritasi, meski yang paling rentan tetap penderita asma atau alergi.

Ia menambahkan, parfum tidak menyebabkan infeksi atau peradangan pada sinus, namun dapat memicu hidung tersumbat pada mereka yang sudah memiliki kecenderungan. Ia menegaskan, respons tiap individu terhadap aroma sangat bergantung pada kondisi kesehatan dan karakteristik masing-masing.

Komentar (0)