Lompat ke konten
Minggu, 26 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Gaya Hidup

Studi: Minum Air di Antara Waktu Makan Bisa Tingkatkan Asupan Makanan

Penelitian dari Universitas Cornell menunjukkan minum air saat makan dapat membuat seseorang mengonsumsi lebih banyak kalori.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 1 mnt baca
Segelas air di samping makanan di atas meja

Poin Utama

AI

Sebuah studi ilmiah terbaru mengungkapkan bahwa minum air di antara waktu makan dapat menyebabkan seseorang mengonsumsi makanan dalam jumlah lebih besar, bertentangan dengan anggapan umum bahwa air membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi asupan kalori.

Peneliti dari Universitas Cornell di Amerika Serikat melakukan studi yang dipublikasikan di jurnal "Appetite", dan menemukan bahwa para partisipan mengonsumsi sekitar 40 gram makanan tambahan, atau setara hampir 50 kalori, untuk setiap 100 ml air tambahan yang mereka minum selama makan.

Rincian Studi dan Penjelasan Ilmiah

Para peneliti mencatat bahwa orang yang terbiasa bergantian antara makan dan minum air dengan frekuensi lebih tinggi cenderung mengonsumsi makanan dalam jumlah lebih banyak. Mereka menjelaskan bahwa kemungkinan penyebabnya adalah air dapat membantu melembapkan mulut dan meningkatkan sensasi rasa makanan, sehingga membuat waktu makan terasa lebih menyenangkan dan menunda rasa kenyang.

Tim peneliti menegaskan bahwa air tidak bertahan lama di lambung untuk memberikan rasa kenyang yang berkelanjutan, yang dapat menjelaskan mengapa asupan makanan meningkat seiring dengan bertambahnya konsumsi air saat makan.

Dalam temuan yang sama, hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi air berkaitan dengan naiknya jumlah makanan yang dikonsumsi. Para ilmuwan pun menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk menentukan hubungan sebab akibat antara kebiasaan minum dan asupan makanan.

Komentar (0)