Lompat ke konten
Jumat, 24 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Gaya Hidup

Otoritas Seni Visual Gelar 'Studio Terbuka' untuk Publik di Kawasan JAX

Otoritas Seni Visual mengadakan acara Studio Terbuka di kawasan JAX, Diriyah, menghadirkan seniman lokal dan internasional dalam program Iqamah Iltika.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 1 mnt baca
Acara Studio Terbuka di kawasan JAX Diriyah

Poin Utama

AI

Otoritas Seni Visual menyelenggarakan acara "Studio Terbuka" pada 28 hingga 30 Juli mendatang di kawasan JAX, Diriyah, sebagai bagian dari program "Iqamah Iltika" yang melibatkan sejumlah seniman lokal dan internasional.

Acara ini menjadi penutup dari edisi kedua program "Iqamah Fanniyah" yang berlangsung selama tiga bulan di Riyadh dan diikuti oleh empat belas seniman dari Arab Saudi, Ukraina, Serbia, Tiongkok, Jepang, dan Palestina. Program ini berfokus pada riset, eksperimen, serta pertukaran pengetahuan, di mana para seniman mengembangkan proyek seni baru dari berbagai disiplin.

Partisipasi Lembaga Budaya Saudi

Program ini turut melibatkan kontribusi dari Pusat Diriyah untuk Seni Masa Depan, Institut Kerajaan untuk Seni Tradisional (Wirth), Darah Raja Abdulaziz, serta Perpustakaan Nasional Raja Fahd dan Museum Nasional. Keterlibatan lembaga-lembaga ini memperkaya pengalaman para seniman dan memperkuat pertukaran pengetahuan serta keahlian di antara mereka.

Pengalaman Interaktif bagi Publik

"Studio Terbuka" memberikan kesempatan bagi publik untuk berkeliling studio, melihat karya seni yang dikembangkan selama masa residensi, serta berinteraksi langsung dengan para seniman dan kurator melalui rangkaian acara umum yang mencakup pertunjukan, lokakarya, dan diskusi. Hal ini membuka ruang dialog dan memungkinkan pengunjung menyaksikan proses awal penciptaan karya seni.

Program "Iqamah Iltika" merupakan salah satu inisiatif Otoritas Seni Visual untuk mendukung praktik seni dan memperkuat pertukaran pengetahuan, yang berkontribusi langsung pada pengembangan lanskap seni di Arab Saudi dan pencapaian target Visi Saudi 2030.

Komentar (0)