Lompat ke konten
Minggu, 26 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Gaya Hidup

Studi Ungkap Kebiasaan Sehari-hari yang Sebabkan Penurunan Daya Ingat

Penelitian terbaru menunjukkan penggunaan berlebihan ponsel pintar dapat memicu fenomena 'amnesia digital', di mana manusia lebih mengandalkan perangkat daripada otak untuk menyimpan informasi.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Ilustrasi seseorang menggunakan ponsel pintar

Poin Utama

AI

Studi terbaru memperingatkan bahwa ketergantungan berlebihan pada ponsel pintar dapat memengaruhi cara manusia menggunakan ingatannya, dalam fenomena yang dikenal sebagai "amnesia digital" (Digital Amnesia), di mana perangkat berubah menjadi penyimpanan eksternal informasi alih-alih sepenuhnya mengandalkan otak, menurut surat kabar The Guardian.

Ponsel pintar kini menjadi "memori tambahan" bagi jutaan orang, menyimpan nomor telepon, jadwal, daftar tugas, dan informasi sehari-hari, sehingga mengurangi kebutuhan untuk menghafal detail seperti yang dilakukan sebelumnya.

Para psikolog menilai perubahan ini tidak selalu berarti penurunan kemampuan otak, melainkan mencerminkan perubahan cara manusia mengelola informasi, di mana orang kini lebih mengandalkan perangkat untuk mengakses data daripada menyimpannya secara internal.

Penelitian ilmiah menjelaskan bahwa ponsel pintar tidak menyebabkan penurunan daya ingat secara permanen, namun ketergantungan penuh padanya dapat mengurangi latihan beberapa keterampilan kognitif seperti menghafal dan mengingat informasi, yang memerlukan latihan rutin agar tetap optimal.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan pada 2011 di jurnal Science berjudul "Pengaruh Google terhadap Memori", peneliti dari Universitas Columbia dan Harvard menemukan bahwa peserta cenderung kurang menghafal informasi jika mereka tahu bisa mengaksesnya kembali secara online, namun lebih mampu mengingat di mana informasi tersebut tersimpan.

Para peneliti menambahkan bahwa mengandalkan alat eksternal untuk membantu mengingat bukanlah hal baru, namun ponsel pintar berbeda karena selalu tersedia dan menyimpan begitu banyak informasi pribadi, sehingga menjadi "memori tambahan" yang selalu menemani manusia ke mana pun pergi.

Dampak Aplikasi Navigasi terhadap Memori Spasial

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports menunjukkan bahwa penggunaan berulang sistem navigasi digital seperti Google Maps dapat berkaitan dengan penurunan penggunaan beberapa keterampilan navigasi alami. Orang yang lebih sering mengandalkan GPS menunjukkan performa lebih rendah dalam beberapa tugas navigasi ketika diminta hanya mengandalkan ingatan mereka.

Dalam konteks serupa, riset ilmuwan Inggris Eleanor Maguire tentang sopir taksi London mengungkap bahwa pelatihan navigasi intensif berkaitan dengan perubahan pada area hippocampus di otak, menegaskan bahwa otak berubah sesuai keterampilan yang terus digunakan.

Risiko Notifikasi dan Gangguan Konsentrasi

Dampak potensial ponsel tidak hanya pada penyimpanan informasi, tetapi juga pada cara penggunaannya. Notifikasi yang terus-menerus dan perpindahan cepat antar aplikasi dapat mengganggu konsentrasi dan memengaruhi kemampuan otak untuk fokus, yang merupakan langkah penting dalam membentuk memori jangka panjang.

Komentar (0)