Lompat ke konten
Minggu, 26 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Gaya Hidup

Dokter Peringatkan Bahaya Penurunan Tekanan Darah Mendadak

Profesor Alexander Konkof mengingatkan bahwa penurunan tekanan darah secara tiba-tiba bisa lebih berbahaya daripada kenaikan tekanan darah sedang, terutama bagi penderita hipertensi maupun orang sehat.

AJEL Indonesia41 mnt lalu · 1 mnt baca
Ilustrasi pemeriksaan tekanan darah oleh dokter

Poin Utama

AI

Profesor Alexander Konkof, Kepala Departemen Terapi di Universitas Bioteknologi Rusia, memperingatkan bahwa penurunan tekanan darah secara mendadak dapat menimbulkan risiko yang lebih besar dibandingkan kenaikan tekanan darah sedang, khususnya pada mereka yang memiliki tekanan darah tinggi atau normal.

Konkof menjelaskan kepada situs "Russia Today" bahwa kondisi darurat ini dapat mengancam jiwa, seraya menambahkan bahwa banyak orang meremehkan bahaya penurunan tekanan darah dibandingkan dengan kenaikannya.

Profesor tersebut menegaskan bahwa konsumsi kopi atau cokelat hitam, meski sering disarankan sebagian orang untuk menaikkan tekanan darah, tidak aman atau efektif dalam kasus penurunan tekanan darah yang parah.

Ia menambahkan, penanganan kondisi ini memerlukan penggunaan obat yang sesuai di bawah pengawasan medis, setelah penyebab utama penurunan tekanan darah diidentifikasi.

Konkof menyebutkan bahwa penyebab penurunan tekanan darah bisa meliputi masalah pada pembuluh darah, jantung, atau kelenjar endokrin seperti gangguan tiroid atau adrenal, serta dehidrasi, kehilangan darah, atau efek samping obat tertentu.

Ia juga menyoroti bahwa perdarahan internal merupakan salah satu penyebab paling berbahaya dari penurunan tekanan darah.

Profesor itu menjelaskan bahwa risiko terbesar adalah kurangnya suplai darah ke jaringan tubuh, di mana organ-organ mengalami kekurangan oksigen akut akibat lemahnya aliran darah, yang dapat menyebabkan kematian sel di otak, jantung, atau ginjal jika berlangsung lama.

Komentar (0)