Lompat ke konten
Kamis, 17 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Gaya Hidup

Studi: Mengurangi Asupan Gula Dua Tahun Pertama Dukung Kesehatan Otak

Sebuah studi mengungkap konsumsi gula sangat rendah pada dua tahun pertama kehidupan dapat menurunkan risiko demensia di usia lanjut.

AJEL Indonesia45 hari lalu · 1 mnt baca
Ilustrasi anak kecil makan sehat tanpa gula

Poin Utama

AI

Sebuah studi ilmiah terbaru mengungkap bahwa konsumsi gula yang sangat rendah selama dua tahun pertama kehidupan dapat dikaitkan dengan penurunan risiko demensia di usia lanjut. Studi ini menyebutkan, individu yang asupan gulanya dibatasi sejak dini memiliki risiko demensia 23% lebih rendah.

Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong ini menganalisis data sekitar 65 ribu orang dalam proyek "UK Biobank" untuk meneliti hubungan antara konsumsi gula pada masa awal kehidupan dan kesehatan otak di usia tua.

Peneliti Jiatian Cheng, salah satu anggota tim studi, menjelaskan bahwa hasil penelitian menunjukkan pembatasan konsumsi gula sejak usia sangat dini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan otak. Ia menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami kaitan antara konsumsi gula dan risiko demensia.

Para ahli menegaskan, studi ini memberikan petunjuk penting tentang pengaruh pola makan awal terhadap kesehatan di masa depan, namun belum membuktikan secara pasti bahwa pengurangan gula secara langsung mencegah demensia. Mereka menekankan pentingnya pola makan sehat dan seimbang untuk mendukung kesehatan otak.

Komentar (0)