Lompat ke konten
Rabu, 5 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Gaya Hidup

Studi: Dua Alasan Mengejutkan Mengapa Nyamuk Lebih Suka Beberapa Orang

Sebuah studi di Miami, Amerika Serikat, mengungkap bahwa bakteri kulit dan aroma tubuh adalah dua faktor utama yang membuat nyamuk lebih suka menggigit sebagian orang.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 1 mnt baca
nyamuk hinggap di kulit manusia

Poin Utama

AI

Sebuah studi terbaru mengungkap rahasia mengapa nyamuk lebih tertarik pada sebagian orang dibanding yang lain.

Penelitian yang dilakukan di Miami, Florida, Amerika Serikat, menemukan bahwa bakteri kulit dan aroma tubuh merupakan dua faktor utama yang menyebabkan sebagian orang lebih sering digigit nyamuk, sementara yang lain hampir diabaikan, seperti dilaporkan Russia Today.

Para peneliti menggunakan alat pengukur aroma satu saluran untuk menilai bau yang dihasilkan tubuh. Di ujung lain tabung, mereka menempatkan tiga jenis nyamuk berbeda, yaitu: Aedes aegypti (penyebar demam berdarah), Aedes albopictus (nyamuk harimau Asia), dan Culex quinquefasciatus (nyamuk rumah selatan).

Para relawan mengenakan lengan baju berbahan nilon yang menutupi lengan mereka sepanjang malam, untuk menyerap dan menahan aroma kulit yang kemudian dianalisis.

Peneliti membandingkan relawan yang paling dan paling tidak menarik bagi berbagai jenis nyamuk, dan menemukan bahwa Aedes aegypti sedikit lebih menyukai peserta laki-laki.

Nyamuk Aedes albopictus juga tertarik pada orang dengan aroma tertentu, seperti senyawa keton.

Para peneliti menemukan bahwa bakteri kulit memakan keringat dan minyak alami tubuh, lalu mengubahnya menjadi aroma tertentu yang mudah dideteksi nyamuk.

Hasil studi ini mendukung pengembangan metode baru dan inovatif untuk mengendalikan nyamuk, dengan memodifikasi bakteri kulit atau memproduksi senyawa alami penolak serangga, sebagai alternatif bahan kimia konvensional.

Komentar (0)