Lompat ke konten
Selasa, 28 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Gaya Hidup

PBB: Lebih dari Tiga Juta Orang Berisiko Terinfeksi HIV/AIDS Akibat Kekurangan Dana

Laporan terbaru PBB memperingatkan lebih dari tiga juta orang dapat terinfeksi HIV/AIDS hingga akhir dekade ini akibat penurunan tajam pendanaan global.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Ilustrasi tes HIV/AIDS dan obat pencegahan

Poin Utama

AI

Laporan terbaru dari Program Bersama PBB untuk HIV/AIDS memperingatkan bahwa lebih dari tiga juta orang dapat terinfeksi HIV/AIDS hingga akhir dekade ini, akibat penurunan tajam pendanaan global dan potensi kembalinya penyebaran wabah di tengah ketimpangan akses terhadap obat pencegahan revolusioner.

Pusat Informasi PBB menyebutkan, laporan tersebut menegaskan bahwa alat untuk mengatasi krisis telah tersedia, mulai dari obat pencegahan inovatif hingga intervensi yang dipimpin komunitas. Namun, pendanaan yang berkelanjutan tetap menjadi mata rantai yang hilang, bersamaan dengan pembukaan Konferensi AIDS Internasional ke-26 di Rio de Janeiro pada 27–31 Juli ini.

Laporan itu menjelaskan bahwa melebarinya kesenjangan pendanaan mendorong negara-negara mengurangi layanan dasar dan menutup organisasi masyarakat, serta memperingatkan dunia menuju kembalinya penyebaran wabah jika tidak ada tindakan segera.

Laporan tersebut juga menyoroti bahwa dunia tengah mengalami revolusi dalam pencegahan HIV, dengan munculnya generasi baru obat yang menawarkan perlindungan setara vaksin. Namun, harga tinggi dan paten yang dikuasai perusahaan farmasi dapat menghalangi akses jutaan orang terhadap obat tersebut.

Laporan itu mencontohkan Brasil, tuan rumah konferensi, yang mencerminkan kontradiksi ini. Meski berkontribusi dalam uji klinis yang mendukung peluncuran obat "lenacapavir" ke pasar, Brasil justru dikeluarkan dari daftar negara yang diizinkan memproduksi versi generik berbiaya rendah. Obat berjangka panjang ini diberikan dua kali suntikan per tahun dan, menurut studi terbaru, mencegah infeksi HIV hingga hampir 100% kasus.

Laporan PBB juga menyatakan, meski infeksi HIV dan kematian terkait AIDS telah turun ke tingkat terendah dalam lebih dari tiga dekade, respons global masih rapuh. Infeksi baru meningkat di tiga kawasan dan 21 negara sepanjang 2025, sementara pendanaan internasional untuk memerangi virus ini turun lebih dari 1,5 miliar dolar AS antara 2024 dan 2025, atau 18%, menjadi level terendah dalam sekitar 20 tahun.

Laporan itu menambahkan bahwa bantuan pembangunan global turun 23% pada 2025, penurunan tahunan terbesar yang pernah tercatat, dan program kesehatan, termasuk inisiatif penanggulangan AIDS, menjadi salah satu yang paling terdampak.

Komentar (0)