Dokter: Paparan Sinar Matahari Langsung Lama Picu Dehidrasi dan Heatstroke
Dr. Abdullah Bashri dari Rumah Sakit Dammam memperingatkan bahaya paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama yang dapat menyebabkan dehidrasi dan heatstroke.
Poin Utama
AIDr. Abdullah Bashri, Wakil Senior Dokter IGD di Rumah Sakit Dammam, memperingatkan bahaya paparan langsung sinar matahari dalam waktu lama.
Dalam wawancara yang disiarkan di saluran Al-Ikhbariya, Bashri menjelaskan bahwa paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama dapat menyebabkan dehidrasi dan kelelahan akibat panas, yang kemudian berisiko menimbulkan heatstroke.
Ia menambahkan, berdiri di bawah sinar matahari membuat tubuh bekerja lebih keras untuk mendinginkan diri, sehingga kehilangan lebih banyak cairan dan berisiko mengalami kelelahan serta heatstroke, kondisi yang dapat mengancam jiwa.
Bashri menjelaskan, tubuh memiliki kemampuan mendinginkan diri secara alami melalui keringat dan pelebaran pembuluh darah di permukaan kulit untuk melepaskan panas. Namun, jika suhu mencapai tingkat tertentu, kemampuan ini gagal dan tubuh mengalami gangguan elektrolit, kram, mual, hingga kondisi yang membahayakan nyawa.
Ia menambahkan, toleransi tubuh terhadap suhu panas berbeda-beda pada setiap orang dan juga tergantung pada kebiasaan di masing-masing wilayah. Namun, jika suhu melebihi 40,5 derajat Celsius, risiko heatstroke meningkat.
Dokter Bashri menyarankan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama dan sebisa mungkin berada di tempat teduh. Jika pekerjaan mengharuskan berada di luar, sebaiknya mengambil waktu istirahat di tempat teduh dan mengganti cairan tubuh dengan minum air.
Ia menutup dengan mengingatkan agar menghindari sinar matahari antara pukul 10 pagi hingga 3 sore, mengenakan pakaian tipis, sejuk, dan berwarna terang, serta rutin minum cairan dan mengganti elektrolit yang hilang.
