Lompat ke konten
Minggu, 2 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Gaya Hidup

11 Kebiasaan Sehari-hari yang Mempengaruhi Kadar Testosteron Pria

Laporan menyebut kadar hormon testosteron pria berubah setiap hari dipengaruhi 11 kebiasaan dan faktor, seperti usia, kurang tidur, pola makan, stres, serta obat-obatan tertentu.

AJEL Indonesia2 jam lalu · 2 mnt baca
Ilustrasi pria dan kadar hormon testosteron

Poin Utama

AI

Testosteron adalah hormon utama pria yang berperan penting dalam pembentukan massa otot, kesehatan tulang, dan kesuburan, serta dipengaruhi oleh berbagai kebiasaan dan faktor harian menurut para ahli endokrinologi.

Para ahli menjelaskan dalam laporan yang dimuat Washington Post, kadar testosteron menurun secara bertahap setelah usia 40 tahun dengan laju sekitar 1% hingga 2% per tahun, namun sebagian besar pria tetap berada dalam kisaran normal jika menghindari obesitas dan penyakit kronis.

1- Pertambahan usia

Kadar testosteron menurun secara bertahap setelah usia 40 tahun, dengan penurunan sekitar 1% hingga 2% setiap tahun.

Namun para ahli menekankan bahwa sebagian besar pria tetap dalam kisaran normal jika menjaga kesehatan dan tidak mengalami obesitas atau penyakit kronis.

2- Kurang tidur

Produksi hormon ini meningkat saat tidur, sehingga kurang tidur atau gangguan tidur dapat menurunkan kadarnya.

Karena itu, kurang tidur atau jadwal tidur yang tidak teratur dapat menyebabkan penurunan kadar testosteron, serta meningkatkan risiko disfungsi ereksi dan penurunan kesuburan.

3- Waktu pemeriksaan laboratorium

Kadar testosteron mencapai puncaknya di pagi hari, biasanya antara pukul enam hingga tujuh pagi, lalu menurun secara bertahap hingga malam.

Oleh sebab itu, disarankan melakukan pemeriksaan hormon antara pukul tujuh hingga sepuluh pagi untuk hasil yang lebih akurat.

4- Musim

Beberapa studi menunjukkan kadar hormon ini bisa lebih tinggi di musim panas dibandingkan musim dingin, kemungkinan karena paparan sinar matahari dan aktivitas fisik yang meningkat.

5- Menjadi ayah baru

Kadar testosteron dapat menurun sementara setelah kelahiran anak, yang menurut peneliti merupakan respons biologis untuk mendorong peran ayah dalam merawat anak, selain pengaruh kurang tidur dan stres pada masa tersebut.

6- Olahraga berlebihan

Olahraga intensitas sedang, terutama latihan kekuatan, dapat meningkatkan kadar testosteron sementara, namun latihan berlebihan atau olahraga berat dalam waktu lama justru dapat menurunkan hormon ini.

7- Pola makan

Pola makan seimbang dan menjaga berat badan sehat membantu mendukung kadar testosteron.

Peneliti menegaskan, pola makan sehat yang kaya sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan protein sehat, serta menjaga berat badan ideal, dapat membantu menjaga kadar testosteron tetap normal.

8- Konsumsi alkohol

Konsumsi alkohol berlebihan berkaitan dengan penurunan kadar testosteron, serta berdampak negatif pada kesuburan dan fungsi seksual.

9- Stres kronis

Stres psikologis yang berkepanjangan dapat mengganggu keseimbangan hormon dan menurunkan kadar testosteron, selain berdampak buruk pada kesuburan dan fungsi seksual.

10- Obat-obatan tertentu

Beberapa obat dapat menekan produksi testosteron, seperti obat penghilang rasa sakit golongan opioid, kortikosteroid, steroid anabolik, dan beberapa terapi untuk kanker prostat.

11- Kemenangan atau kekalahan olahraga

Beberapa studi terbatas menunjukkan kadar testosteron pendukung tim olahraga dapat meningkat saat timnya menang dan menurun saat kalah, meski bukti ilmiahnya masih terbatas.

Komentar (0)