Lompat ke konten
Rabu, 29 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Gaya Hidup

Studi: Gangguan Tidur Picu Perubahan pada Otak

Sebuah studi ilmiah menemukan bahwa gangguan tidur tidak hanya menyebabkan kelelahan, tetapi juga memicu perubahan di area otak yang mengatur perhatian dan emosi.

AJEL Indonesia2 jam lalu · 1 mnt baca
Ilustrasi otak manusia dan gangguan tidur

Poin Utama

AI

Sebuah studi ilmiah menemukan bahwa dampak gangguan tidur tidak hanya terbatas pada rasa lelah di siang hari, tetapi juga meluas hingga menyebabkan perubahan di area otak yang bertanggung jawab atas perhatian, pengambilan keputusan, dan pengaturan emosi.

Para peneliti dari Universitas Internasional Florida menganalisis hasil 57 studi terdahulu yang menggunakan teknik pencitraan otak, dan membandingkan individu dengan berbagai jenis gangguan tidur. Mereka menemukan adanya kaitan antara gangguan tidur dan perubahan pada area otak penting, termasuk korteks cingulate posterior dan thalamus, dua area yang berperan dalam perilaku, emosi, pemrosesan informasi, dan konsentrasi.

Para peneliti menegaskan bahwa perubahan ini dapat menjelaskan sejumlah gejala yang dialami penderita, seperti perubahan suasana hati, lemahnya kontrol emosi, dan penurunan perhatian. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko cedera, terutama pada lansia yang mengalami tidur terputus-putus.

Dr. Matthew Sutherland, ahli saraf kognitif di universitas tersebut sekaligus ketua tim penelitian, mengatakan: "Studi ini memberikan pemahaman lebih luas tentang bagaimana gangguan tidur memengaruhi struktur dan fungsi otak, serta dapat membantu pengembangan intervensi pengobatan yang lebih tepat dan perawatan yang dipersonalisasi bagi pasien."

Para ahli menegaskan bahwa temuan studi ini dapat berkontribusi pada pengembangan alat diagnosis dan terapi khusus untuk berbagai gangguan tidur, sehingga dapat membantu menjaga fungsi otak yang berkaitan dengan perhatian, pengambilan keputusan, dan keseimbangan emosi.

Komentar (0)