Lompat ke konten
Rabu, 29 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Gaya Hidup

Ruang Publik dan Bundaran di Khobar Jadi Ikon Kota Cerminkan Identitas Nasional

Ruang publik dan bundaran di Khobar kini menjadi ikon kota yang menonjolkan identitas nasional serta menawarkan pengalaman visual dan budaya bagi warga dan pengunjung.

AJEL Indonesia2 jam lalu · 3 mnt baca
Bundaran ikonik di Khobar dengan desain nasional

Poin Utama

AI

Ruang publik dan bundaran di Kabupaten Khobar, Provinsi Timur, telah bertransformasi menjadi ikon kota yang mencerminkan identitas nasional. Kawasan ini memadukan fungsi lalu lintas dengan desain arsitektur yang terinspirasi dari sejarah dan budaya Arab Saudi, sehingga memberikan pengalaman visual yang menonjolkan keaslian dan kreativitas dalam lanskap perkotaan bagi warga dan pengunjung.

Bundaran Tauhid menyambut pengunjung kawasan tepi laut di Corniche Khobar dengan desain arsitektur khas. Di tengahnya terdapat instalasi bertuliskan kalimat tauhid "La ilaha illallah Muhammad Rasulullah" berlapis emas, dipadukan dengan lambang negara—dua pedang dan pohon kurma—serta area hijau di sekitarnya, menjadi simbol kebanggaan dan identitas nasional.

Di Corniche Khobar bagian selatan, terdapat Midan "Abiyah" yang mengenang kuda milik Raja Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud—pendiri negara—yang menemaninya dalam perjalanan penyatuan Arab Saudi. Sementara itu, Midan "Biqiyadat Al-Nujum" memadukan nuansa nasional dan kosmik, dengan lantai berwarna hitam menyerupai langit malam yang dihiasi rasi bintang dan bintang-bintang.

Ikon Arsitektur dan Pengalaman Interaktif

Bundaran "Visi 2030" di Corniche Khobar, tepat di pertemuan Jalan Raja Faisal dan Pangeran Sultan, menjadi salah satu ikon arsitektur utama di wilayah ini. Bundaran ini membentang seluas 11.300 meter persegi dengan diameter 120 meter, terdiri dari 84 unit yang membentuk gambar Raja Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman. Proyek ini dikerjakan oleh insinyur dan pengawas asal Saudi dengan teknologi modern.

Di kawasan Aziziyah, Bundaran "Rayah" atau "Bairaq" terletak di persimpangan Jalan Raja Khalid dan Raja Fahd dengan luas 3.000 meter persegi. Di atasnya berdiri patung besar berbentuk bendera berkibar, dengan lengkungan artistik yang menggambarkan gerakan angin, melambangkan persatuan rakyat dan kebanggaan nasional.

Sementara itu, Bundaran "Wahdat Wathan" di persimpangan Jalan Khadim al-Haramain dengan Jalan Pangeran Turki, menampilkan perjalanan penyatuan Arab Saudi melalui karya seni di atas lahan lebih dari 2.100 meter persegi. Terdiri dari sepuluh panel mural yang mendokumentasikan tonggak sejarah Raja Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud, setiap panel dihiasi cap dan tanda tangan beliau "al-wathiq bil-wadud Abdulaziz Al Saud".

Midan Ardha dan Kemajuan Perkotaan

Di Corniche utara, terdapat Midan Ardha yang meraih penghargaan "Mujassam Wathan" edisi kedua. Ikon ini menampilkan keberagaman wilayah Arab Saudi dengan 13 tiang yang mewakili setiap provinsi, dihiasi ornamen arsitektur khas masing-masing daerah. Pengunjung dapat menikmati pengalaman interaktif berupa pencahayaan, pertunjukan air, dan musik tradisional Ardha Saudi, serta teknologi barcode yang memungkinkan akses informasi sejarah setiap wilayah dalam berbagai bahasa.

Pembangunan kawasan ini mencerminkan kemajuan perencanaan kota di Khobar. Kota ini masuk dalam daftar kota cerdas versi International Institute for Management Development (IMD), menempati peringkat ke-61 dunia pada 2025, menandakan kemajuan dalam pembangunan perkotaan berkelanjutan dan pencapaian target Visi Saudi 2030.

Perlu diketahui, ruang publik dan bundaran di Khobar kini bukan sekadar pengatur lalu lintas, melainkan telah menjadi ikon kota yang mendokumentasikan sejarah Arab Saudi dan menonjolkan identitas nasional. Hal ini menunjukkan sinergi antara seni, teknik, dan perencanaan kota, memberikan pengalaman visual dan budaya yang mencerminkan perjalanan pembangunan di Kerajaan.

Komentar (0)