Lompat ke konten
Selasa, 4 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Gaya Hidup

Studi AS: Paparan Bahan Kimia Abadi Tingkatkan Risiko Radang Usus pada Anak

Penelitian di Amerika Serikat menemukan kaitan antara paparan bahan kimia abadi dengan meningkatnya risiko peradangan usus pada anak-anak.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 1 mnt baca
Ilustrasi bahan kimia abadi pada produk sehari-hari

Poin Utama

AI

Sebuah studi yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Icahn di Amerika Serikat menemukan adanya hubungan antara paparan bahan kimia abadi (PFAS) pada ibu hamil dan anak-anak dengan meningkatnya kemungkinan terkena peradangan usus serta penyakit autoimun kronis di usia dini.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal "Gastroenterology & Hepatology" ini menjelaskan bahwa bahan kimia yang digunakan pada peralatan masak anti lengket dan kemasan makanan cepat saji dapat menumpuk di dalam tubuh, dan dikaitkan dengan meningkatnya kadar penanda peradangan yang dikenal sebagai "calprotectin" pada tinja anak-anak.

Para peneliti menegaskan bahwa kadar "calprotectin" yang tinggi tidak selalu berarti anak mengalami penyakit radang usus autoimun, namun menjadi indikator meningkatnya risiko peradangan di masa depan, terutama jika paparan bahan kimia abadi terus berlanjut.

Alasan Kewaspadaan terhadap Bahan Kimia Abadi

Studi ini juga menambahkan bahwa bahan kimia tersebut digunakan dalam pembuatan produk tahan air dan panas, serta ditemukan pada berbagai produk sehari-hari seperti kemasan makanan cepat saji, peralatan masak anti lengket, benang gigi, kantong masak khusus microwave, beberapa produk kosmetik, serta jenis karpet dan furnitur yang diberi perlakuan antinoda.

Bahan kimia abadi diketahui sulit terurai di lingkungan maupun di dalam tubuh manusia, sehingga dapat menumpuk seiring waktu dan dikaitkan dengan sejumlah risiko kesehatan. Para peneliti pun merekomendasikan untuk membatasi paparan terhadap bahan kimia ini.

Komentar (0)