Lompat ke konten
Minggu, 2 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Gaya Hidup

Studi: Kekhawatiran atas AI Meningkat, Kepercayaan Pengguna Menurun

Sebuah studi di Inggris mengungkapkan kekhawatiran masyarakat terhadap kecerdasan buatan kian meningkat, dengan 42% responden mengurangi penggunaan chatbot.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 1 mnt baca
Ilustrasi kecerdasan buatan dan pengguna komputer

Poin Utama

AI

Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Institut Masa Depan Digital di King's College London bersama Organisasi Kecerdasan Buatan Inggris menunjukkan meningkatnya kekhawatiran masyarakat Inggris terhadap penggunaan kecerdasan buatan, terutama terkait privasi dan keamanan data.

Survei yang melibatkan lebih dari 2.000 orang itu mengungkapkan bahwa 42% responden mulai membatasi penggunaan program chatbot, sementara lebih dari separuh peserta menilai risiko kecerdasan buatan lebih besar dibanding manfaatnya.

Laporan tersebut menyebutkan alasan paling umum di balik pengurangan penggunaan kecerdasan buatan adalah kekhawatiran atas privasi data dan kepatuhan terhadap regulasi, sementara sebagian lainnya memilih tetap menggunakan metode kerja tradisional.

Persentase mereka yang menilai risiko kecerdasan buatan melebihi manfaatnya naik menjadi 52%, meningkat empat poin persentase dibanding survei sebelumnya, sedangkan jumlah yang optimistis terhadap teknologi ini turun menjadi 34%.

Para peneliti menjelaskan banyak peserta merasa tidak nyaman karena sulit menolak penggunaan kecerdasan buatan, dengan mayoritas responden percaya bahwa menghindari paparan teknologi ini akan sulit atau bahkan mustahil, meski mereka menginginkannya.

Tim peneliti juga menegaskan bahwa mereka yang memilih tidak menggunakan kecerdasan buatan bukan karena kurangnya keterampilan, melainkan lebih memilih menghindari teknologi tersebut demi alasan privasi dan kenyamanan pribadi.

Di tengah kenaikan pasar saham global yang didorong oleh saham perusahaan kecerdasan buatan, para eksekutif perusahaan teknologi besar tetap meremehkan penurunan antusiasme publik terhadap teknologi ini.

Jack Stilgoe dari King's College London menyoroti bahwa hasil studi ini menunjukkan bahkan para pendukung kecerdasan buatan kini semakin khawatir dan ragu dalam menggunakannya.

Sementara itu, Kate Devlin menekankan pentingnya menyediakan regulasi dan alat yang efektif agar pengguna dapat mengendalikan kapan dan bagaimana kecerdasan buatan digunakan, serta memiliki opsi untuk keluar kapan pun diperlukan.

Komentar (0)