Lompat ke konten
Selasa, 28 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Gaya Hidup

Situs Prasasti Kuno di Cagar Alam Raja Salman Jadi Saksi Sejarah

Prasasti kuno di Cagar Alam Raja Salman menjadi bukti sejarah hidup, menampilkan jejak peradaban manusia dan kehidupan masyarakat di berbagai era.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Prasasti kuno di batu Cagar Alam Raja Salman

Poin Utama

AI

Prasasti kuno merupakan dokumen sejarah hidup yang terukir di batu, menjadi saksi peradaban manusia masa lampau, serta memberikan petunjuk jelas tentang kehidupan masyarakat di berbagai periode sejarah.

Cagar Alam Raja Salman bin Abdulaziz menyimpan ribuan prasasti dan lukisan batu kuno, seperti prasasti Thamud, Nabatea, serta gambar hewan dan adegan perburuan yang tersebar di seluruh kawasan cagar. Lukisan-lukisan ini menggambarkan kehidupan sehari-hari masa lalu, adegan perburuan, dan satwa liar seperti kambing gunung, unta, dan kuda. Kawasan ini juga merupakan salah satu situs pemukiman manusia tertua di Jazirah Arab, berkat keunikan dan keragaman alamnya, keindahan alam perawan, udara segar, serta kekayaan geografis dan warisan budaya. Beberapa peninggalan di sini bahkan berasal dari 8.000 tahun sebelum Masehi. Situs-situs arkeologi dan sejarah penting, yang dikenal sebagai "seni cadas" kuno, serta pemukiman dan peninggalan lainnya, memberikan petunjuk mendalam tentang sejarah manusia di kawasan ini. Semua ini menjadikan warisan budaya cagar alam sebagai bagian tak terpisahkan dari nilainya dan upaya pelestariannya.

Cagar ini juga memiliki sejumlah situs arkeologi dan sejarah penting, di antaranya kawasan Jubbah yang telah terdaftar di UNESCO dan memiliki oasis Gunung Umm Sinman, prasasti dan seni cadas kuno berusia ribuan tahun, serta situs Kluwah yang menyimpan peninggalan dan prasasti prasejarah. Ada pula Istana Imarah di Al-Issawiyah, sebuah bangunan bersejarah yang terletak di dalam kawasan cagar. Lebih dari 400 situs sejarah dan arkeologi telah dipetakan di cagar ini, tersebar di wilayah Perbatasan Utara, Ha’il, Al-Jawf, dan Tabuk, serta 14 formasi geografis berbeda, mulai dari pegunungan tinggi, dataran luas, hingga perbukitan bergelombang. Kekayaan cagar ini semakin bertambah dengan adanya berbagai mineral berharga yang merupakan harta alam langka, serta keragaman geografis dan administratif karena cagar ini berada di empat wilayah administratif: Perbatasan Utara, Ha’il, Tabuk, dan Al-Jawf.

Komentar (0)