Lompat ke konten
Rabu, 23 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Hari Nasional ke-96, Tari Al-Ardah Saudi Kenang Kejayaan Negeri

Arab Saudi merayakan Hari Nasional ke-96 pada 23 September 2026 dengan mengangkat tema 'Kebanggaan Kita adalah Jati Diri Kita', mengenang perjalanan penyatuan bangsa oleh Raja Abdulaziz bin Abdulrahman.

AJEL Indonesia59 mnt lalu · 2 mnt baca
Tari Al-Ardah Saudi dalam perayaan Hari Nasional

Poin Utama

AI

Arab Saudi, baik pemerintah maupun rakyatnya, merayakan Hari Nasional ke-96 pada Rabu, 23 September 2026, dengan tema 'Kebanggaan Kita adalah Jati Diri Kita'. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan penyatuan negeri yang dipimpin oleh Raja Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud, serta tonggak sejarah yang memperkuat persatuan dan identitas nasional Arab Saudi sejak saat itu.

Perayaan tahun ini berlangsung di tengah upaya berkelanjutan Arab Saudi dalam pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri, Pangeran Mohammed bin Salman. Negara ini terus melangkah maju dengan berlandaskan warisan sejarah yang kuat, serta berkomitmen mewujudkan target Visi Saudi 2030 untuk memperkuat kapasitas nasional dan memperkokoh posisi Arab Saudi di kancah internasional.

Tari Al-Ardah, Warisan Kejayaan dan Persatuan

Di tengah warisan tersebut, Tari Al-Ardah Saudi menonjol sebagai salah satu simbol utama identitas nasional. Tarian ini telah bertransformasi dari medan perang dan kepahlawanan menjadi bagian dari perayaan, dengan irama dan gerakannya yang sarat makna keberanian, kejayaan, persatuan, dan kemenangan.

Tari Al-Ardah: Dari Medan Perang ke Panggung Perayaan

Tari Al-Ardah Saudi berakar dari tradisi militer, awalnya dipentaskan untuk menunjukkan kekuatan, membangkitkan semangat, dan menampilkan keberanian. Seiring waktu, tarian ini berkembang menjadi warisan budaya nasional yang lekat dengan berbagai perayaan dan tetap lestari di hati masyarakat lintas generasi.

Pada masa Raja Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud, Tari Al-Ardah semakin mengukuhkan posisinya sebagai bagian penting dalam perayaan nasional dan sosial. Raja Abdulaziz dikenal selalu mengadakan dan turut serta dalam tarian ini bersama rakyatnya.

Lembaga King Abdulaziz Foundation mendokumentasikan sejumlah bukti sejarah kehadiran Tari Al-Ardah dalam berbagai perayaan, di antaranya pertunjukan di depan Istana Kerajaan di Mekkah pada hari kedua Idul Fitri tahun 1349 H sebagai bagian dari perayaan hari raya.

Seiring waktu, Tari Al-Ardah menjadi bagian dari perayaan resmi negara, diikuti para pangeran dan tokoh masyarakat yang membawa pedang dan senapan, diiringi syair serta lagu-lagu nasional, menciptakan suasana yang memancarkan kebanggaan dan rasa memiliki terhadap tanah air.

Gerakan dan irama Tari Al-Ardah menyiratkan banyak makna; sebagai simbol kemenangan, kejayaan, dan kebanggaan, serta menjadi pengingat sejarah dan kejayaan Arab Saudi. Jika dulu dipentaskan di masa perang untuk menunjukkan kekuatan, kini Tari Al-Ardah menjadi ekspresi kegembiraan dan perayaan di masa damai.

Dengan demikian, Tari Al-Ardah Saudi tetap lestari sebagai warisan hidup yang diwariskan antargenerasi, memadukan memori sejarah dan identitas nasional, serta selalu menghadirkan nilai-nilai persatuan, kejayaan, dan kebanggaan dalam setiap perayaan.

Komentar (0)