Lompat ke konten
Minggu, 20 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Pakar: Kecerdasan Buatan Tidak Memiliki Kesadaran Etis, Tanggung Jawab Tetap pada Manusia

Wakil Ketua Asosiasi Tata Kelola Kecerdasan Buatan, Dr. Intisar Al-Kayyal, menegaskan AI belum memiliki kesadaran etis sehingga tanggung jawab penggunaannya tetap pada manusia.

AJEL Indonesia41 mnt lalu · 1 mnt baca
Dr. Intisar Al-Kayyal membahas etika kecerdasan buatan

Poin Utama

AI

Wakil Ketua Asosiasi Tata Kelola Kecerdasan Buatan, Dr. Intisar Al-Kayyal, menyatakan bahwa kecerdasan buatan saat ini belum memiliki kesadaran etis. Ia menjelaskan, sistem AI dapat mengidentifikasi data, mengusulkan keputusan, dan beberapa tindakan secara otomatis, namun belum memahami makna kerugian, tanggung jawab, maupun konsekuensi. Karena itu, tanggung jawab tetap berada di tangan manusia dan institusi.

Dr. Intisar Al-Kayyal menambahkan dalam wawancara telepon di "Radio Al-Ikhbariya" bahwa manusia tetap harus melakukan peninjauan, pemeriksaan, dan pengawasan, serta tidak memberikan otonomi penuh kepada kecerdasan buatan dalam pengambilan keputusan.

Wakil Ketua Asosiasi Tata Kelola Kecerdasan Buatan itu juga menegaskan, "Tanggung jawab harus ditetapkan sejak awal perancangan model, pengembangannya, pengujian, hingga peluncuran dan pemantauan selama penggunaan."

Komentar (0)