Lompat ke konten
Selasa, 28 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Dunia

Yordania gagalkan masuknya 70 rudal balistik dan 25 drone bermuatan bahan peledak dalam 16 hari

Militer Yordania mengumumkan telah menggagalkan upaya masuknya 70 rudal balistik dan 25 drone bermuatan bahan peledak ke wilayah Yordania selama 9-25 Juli.

AJEL Indonesia59 mnt lalu · 3 mnt baca
Militer Yordania cegah rudal dan drone masuk

Poin Utama

AI

Militer Yordania pada Selasa (30/7) mengumumkan telah berhasil menggagalkan upaya masuknya 70 rudal balistik dan 25 pesawat nirawak (drone) bermuatan bahan peledak ke wilayah Yordania dalam periode 9 hingga 25 Juli. Militer menegaskan sistem pertahanan udara dan Angkatan Udara Kerajaan telah menangani seluruh ancaman tersebut dengan sangat efektif, sehingga tidak terjadi korban jiwa maupun kerugian materiil.

Dalam pernyataan resmi, militer Yordania menyebutkan bahwa "total ancaman dari Iran yang berhasil ditangani selama periode tersebut mencapai 95 rudal dan drone, semuanya berhasil dijatuhkan jauh dari permukiman, keramaian, serta fasilitas vital, sehingga keamanan warga dan stabilitas negara tetap terjaga".

Militer juga menegaskan selama periode yang sama tetap menjaga perbatasan dan menggagalkan upaya penyelundupan narkoba serta penyusupan. Tercatat, tiga upaya penyelundupan narkoba dengan balon yang dikendalikan secara elektronik berhasil digagalkan, tiga drone bermuatan narkoba berhasil dijatuhkan, dan lima penyusup yang mencoba melintasi perbatasan secara ilegal telah ditangkap. Total, terdapat 11 ancaman lain di perbatasan utara, timur, dan selatan yang berhasil ditangani.

Militer menjelaskan sistem pertahanan udara dan Angkatan Udara Kerajaan Yordania menangani ancaman dari Iran dengan kesiapsiagaan operasional tertinggi, sehingga dampaknya dapat diatasi jauh dari kawasan berpenduduk. Warga Yordania pun tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal tanpa adanya korban atau kerusakan.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah operasi pencegahan telah dilakukan. Pada 24 Juli, tujuh rudal dan enam drone yang berasal dari Iran berhasil dijatuhkan. Sementara pada 23 Juli, Angkatan Udara Kerajaan menangani empat rudal dan enam drone yang menargetkan wilayah udara Yordania, menurut pernyataan militer.

Pada 22 Juli, pertahanan udara Yordania mencegat enam rudal segera setelah memasuki wilayah udara negara tersebut. Tim teknik militer juga dikerahkan ke lokasi jatuhnya rudal dan serpihan hasil pencegatan untuk mengamankan dan menanganinya sesuai prosedur teknis dan keamanan yang berlaku.

Selain itu, pesawat Angkatan Udara Kerajaan juga menembak jatuh empat drone yang berasal dari Iran, dan militer terus memantau wilayah udara Yordania serta meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi ancaman apa pun.

Pada 21 Juli, militer menangani lima drone Iran dan berhasil menetralkannya sebelum menjatuhkan tiga rudal. Tim teknik militer juga mengamankan lokasi jatuhnya serpihan. Pada 20 Juli, militer menangani tiga rudal Iran yang memasuki wilayah udara Yordania. Pada 19 Juli, sistem pertahanan udara menjatuhkan tiga rudal lainnya, sementara satu rudal jatuh di daerah terpencil yang jauh dari permukiman. Pada 18 Juli, militer menjatuhkan sepuluh rudal dan empat drone, serta pada 17 Juli menangani tiga rudal. Pada 16 Juli, delapan rudal berhasil dijatuhkan sebagai bagian dari upaya pertahanan untuk melindungi kedaulatan dan wilayah udara Yordania.

Pada 15 Juli, pertahanan udara mencegat tiga rudal balistik, dan pada 14 Juli, empat rudal berhasil dijatuhkan. Sementara pada dini hari 13 Juli, empat rudal dijatuhkan tanpa menimbulkan korban jiwa atau kerusakan materiil.

Militer Yordania menegaskan tidak akan mengizinkan wilayah udara atau tanah Yordania digunakan sebagai arena konflik regional, dan akan bertindak tegas terhadap setiap ancaman yang membahayakan kedaulatan negara atau keamanan warga.

Komentar (0)