Irak: Kami Tidak Akan Izinkan Upaya Merusak Hubungan dengan Arab Saudi
Pemerintah Irak memulai penyelidikan terkait dugaan serangan drone ke Arab Saudi yang disebut berasal dari wilayah Irak, menegaskan komitmen menjaga hubungan bilateral.
Poin Utama
AI
Pemerintah Irak telah memulai langkah-langkah penyelidikan terkait pernyataan Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengenai serangan drone ke wilayah Kerajaan yang diduga diluncurkan dari wilayah Irak, berdasarkan informasi dari pihak Saudi. Penyelidikan ini dilakukan atas instruksi Perdana Menteri Irak sekaligus Panglima Angkatan Bersenjata, Ali Faleh Al-Zaidi, kepada aparat keamanan terkait pada Senin ini.
Pemerintah Irak menegaskan komitmen konstitusionalnya terhadap prinsip bertetangga baik, serta menolak penggunaan wilayah Irak sebagai jalur atau titik awal untuk serangan terhadap negara sahabat atau mitra. Pemerintah juga menyatakan masih terus memverifikasi bukti dan informasi yang ada, dan akan mengambil langkah hukum terhadap siapa pun yang terbukti terlibat, sesuai hasil akhir penyelidikan.
Tampilkan unggahan di platform X
Pemerintah Irak juga menegaskan bahwa hubungan dengan Arab Saudi didasarkan pada ikatan persaudaraan yang kuat dan mendalam, saling menghormati, kepentingan bersama, serta prinsip bertetangga baik. Pemerintah menekankan tidak akan membiarkan upaya apa pun yang dapat merusak atau mengganggu hubungan ini, dan akan terus bekerja tegas untuk menjaga keamanan Irak, memperkuat kedaulatan, serta menjaga stabilitas kawasan Arab dan regional.
