Lompat ke konten
Senin, 27 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Dunia

Pengamat: Iran Khawatir Gencatan Senjata AS Hanya Taktik

Dr. Nabil Al-Atoum menyebut Iran khawatir keputusan Amerika Serikat soal gencatan senjata hanyalah langkah taktis semata.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 1 mnt baca
Dr. Nabil Al-Atoum membahas kebijakan AS-Iran

Poin Utama

AI

Dr. Nabil Al-Atoum, Direktur Program Studi Iran, mengatakan bahwa Iran khawatir keputusan Amerika Serikat untuk melakukan gencatan senjata hanyalah langkah taktis.

Al-Atoum menambahkan, dalam wawancara di siaran «Al Arabiya FM», bahwa kawasan saat ini menunjukkan tanda-tanda bahwa keputusan tersebut bersifat taktis, seperti peningkatan kekuatan pencegahan dan pengerahan dua pesawat pengebom B-1 serta jet tempur F-35. Hal ini menandakan pergeseran dari kebijakan penahanan menuju penguatan pencegahan dan kesiapan untuk melancarkan serangan jarak jauh jika diplomasi antara Washington dan Teheran gagal.

Direktur Program Studi Iran itu juga menjelaskan bahwa Amerika Serikat tengah bersiap menghadapi berbagai skenario. Penguatan militer ini bisa bertujuan menyediakan opsi, termasuk kampanye udara yang lebih luas atau perlindungan bagi pasukan AS serta jalur pelayaran di Selat Hormuz. Selain itu, langkah ini juga untuk mendorong Iran agar bersedia berkompromi dan mengembalikan jalannya negosiasi, serta persiapan logistik seperti pengiriman tim medis dan pesawat pengisian bahan bakar di udara, yang menunjukkan kesiapan untuk operasi yang mungkin berlangsung lama, bukan sekadar serangan singkat.

Diketahui, Amerika Serikat memutuskan untuk menghentikan operasi militer sementara terhadap Iran, bersamaan dengan pengerahan kekuatan militer besar-besaran di kawasan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di pihak kepemimpinan Iran, seiring sulitnya menjamin kelanjutan jalur negosiasi antara Washington dan Teheran.

Menurut harian The New York Times, Iran menolak usulan gencatan senjata dari Amerika Serikat yang disampaikan oleh seorang pejabat Irak kepada Teheran. Surat kabar itu mengutip pejabat Iran yang menyatakan bahwa Teheran tidak tertarik pada kesepakatan sementara yang tidak menyelesaikan kendali atas Selat Hormuz.

Komentar (0)