Lompat ke konten
Kamis, 10 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Dunia

Peneliti Politik: Iran Khawatir Gencatan Senjata AS Hanya Taktik

Dr. Nabil Al-Atoum menyatakan Iran khawatir keputusan Amerika Serikat menghentikan operasi militer hanyalah langkah taktis semata.

AJEL Indonesia45 hari lalu · 1 mnt baca
Peneliti Iran ungkap kekhawatiran Iran soal gencatan senjata AS

Poin Utama

AI

Dr. Nabil Al-Atoum, Direktur Program Studi Iran, mengatakan bahwa "Iran khawatir keputusan Amerika Serikat untuk menghentikan tembakan hanyalah langkah taktis."

Al-Atoum menambahkan dalam wawancara di radio Al Arabiya FM, bahwa "kawasan saat ini menunjukkan tanda-tanda yang menguatkan bahwa keputusan tersebut bersifat taktis, seperti peningkatan tingkat pencegahan dan pengerahan dua pesawat pengebom B-1 serta jet tempur F-35. Hal ini menunjukkan pergeseran dari kebijakan penahanan menjadi penguatan pencegahan dan kesiapan untuk melakukan serangan jarak jauh jika diplomasi antara Washington dan Teheran gagal."

Direktur Program Studi Iran itu melanjutkan, "Amerika Serikat tengah mempersiapkan beberapa skenario, di mana pengerahan kekuatan ini bisa bertujuan untuk menyediakan opsi seperti kampanye udara yang lebih luas atau melindungi pasukan Amerika dan jalur pelayaran di Selat Hormuz, serta mendorong Iran untuk membuat konsesi dan mengembalikan negosiasi ke jalurnya. Selain itu, persiapan logistik juga dilakukan dengan mengirim tim medis dan pesawat pengisian bahan bakar di udara; ini menandakan kesiapan untuk operasi yang bisa berlangsung lama, bukan sekadar serangan singkat."

Diketahui bahwa Amerika Serikat memutuskan untuk menghentikan operasi militer sementara terhadap Iran, bersamaan dengan pengerahan kekuatan militer besar-besaran di kawasan, yang memunculkan kekhawatiran di kalangan pimpinan Iran, seiring sulitnya menjamin jalannya negosiasi antara Washington dan Teheran.

Menurut harian The New York Times, Iran menolak usulan gencatan senjata dari Amerika Serikat yang disampaikan oleh Perdana Menteri Irak Ali Al-Zaidi kepada Teheran. Surat kabar itu mengutip pejabat Iran yang menyatakan bahwa Teheran tidak tertarik pada kesepakatan sementara yang membiarkan isu penguasaan Selat Hormuz tetap belum terselesaikan.

Komentar (0)