PBB Kecam Serangan Pemukim Israel di Tepi Barat
Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam serangan pemukim Israel terhadap komunitas Palestina di Tepi Barat, termasuk pembakaran masjid.
Poin Utama
AISekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam serangan yang dilakukan pemukim Israel terhadap komunitas Palestina di Tepi Barat yang diduduki, termasuk pembakaran dua masjid, perusakan properti, dan penyerangan terhadap warga Palestina.
Juru bicara wakil Sekjen PBB, Farhan Haq, menyampaikan seruan Guterres agar pelaku serangan segera diidentifikasi dan diadili, serta mendesak otoritas Israel untuk mengambil langkah cepat mencegah serangan pemukim dan menjamin perlindungan warga sipil serta tempat ibadah.
Dalam perkembangan terkait, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memperingatkan bahwa pengambilalihan kamp pengungsi keempat di Tepi Barat oleh Israel dapat menimbulkan dampak kemanusiaan serius. OCHA mencatat, operasi militer Israel sejak tahun lalu telah menyebabkan lebih dari 30 ribu orang mengungsi dari kamp Jenin, Tulkarm, dan Nur Shams.
PBB juga menyatakan keprihatinan atas penggerebekan pasukan Israel ke pusat pelatihan Qalandiya milik Badan PBB untuk Bantuan dan Pekerjaan bagi Pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur, menegaskan bahwa fasilitas tersebut dilindungi hukum internasional.
Di Jalur Gaza, PBB melaporkan serangan udara, penembakan, dan operasi militer masih berlangsung, serta lebih dari 12 keluarga mengungsi dari wilayah timur Kota Gaza. PBB menegaskan bahwa badan-badannya dan mitra terus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi para korban.
